Antara Kaku dan Humoris
Antara kaku dan humoris
adalah dua kondisi yang saling berseberangan dan tidak bisa disatukan. Mungkin
jika disatukan akan mirip magnet yang bertemu dengan kutub yang sama, yaitu
saling tolak menolak. Namun, entah mengapa
dua sifat tersebut bisa ada di dalam satu wujud manusia seperti saya. Seperti
air dan minyak, mereka bisa bersama tapi tidak bisa menyatu.
Walaupun saya orangnya kaku
dan agak bodoh, tapi dengan itu saya orangnya humoris. Memang sifat manusia
tidak bisa ditebak, kadang kadang bisa begini, kadang kadang bisa begitu.
Memang aneh tapi itu nyata. Untuk menjelaskan antara kaku dan humoris, saya ada
sedikit cerita yang benar terjadi di hidup saya.
Pertama kaku, saya memang
orangnya kaku, tidak bisa menempatkan diri dalam situasi yang benar. Orrang
kaku cenderung ceroboh dalam melakukan suatu hal, meskipun itu hal yang sangat
mudah dan mudah dimengerti. Orang yang kaku sangat risih dengan hal yang berbau
formal, mereka lebih memilih kebebasan. Orang yang kaku juga sulit
bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, mereka lebih suka menyendiri.
Tapi tips dari saya, bagi
kalian yang memiliki sifat kaku seperti saya. Saya menyarankan agar anda
melampaui itu semua, keluarlah dari zona nyaman anda.mulailah berbaur dengan
sekitar, dan ikutilah kegiatan social dan berbagai macam lainnya. Jangan
menghindar dari hal yang tidak kalian suka, tapi hadapi. Kalian harus mencoba
menyeimbangkan diri kalian dengan sekitar. Minimal menyapa tetangga dan ikut
serta dalam kelompok. Sekecil apapun, itu semua terapi agar kalian tidak
terjebak dalam keterbelakangan mental.
Kemudian untuk sifat
humoris, menurut saya tidak ada masalah dengan sifat humoris, karena sifat
humoris ini adalah suatu anugerah bagi saya. Dengan itu saya bisa terbantu saat
membaur dengan masyarakat. Jadi buat kalian yang memiliki sifat humoris, jangan
sampai rasa humor kalian menjadi garing, karena itu adalah senjata kalian untuk
dapat diterima di masyarakat dan kelompok.
Seperti itu lah pengalaman
saya sebagai seorang yang kaku namun memiliki rasa humor yang tinggi. Jadi,
saya tetap suka dan cinta pada diri sendiri. Jika saya tidak cinta pada sifat
saya yang seperti itu dan tidak mau mencoba untuk berubah, mungkin saya tidak
akan menulis ini ‘hahaha…!’
yo bro sip lah jos tenan
ReplyDelete